Profil Kaur Tata Usaha dan Umum

AGUS MARTANTO MAHARDIKO, Sebuah makhluk yang terlahir dari sesosok malaikat bernama Karmilah, istri dari Marino. Lahir puluhan tahun yang lalu dimana gaji pegawai negeri sipil masih sangat minim di jaman pemerintahan Soeharto. Rabu, 17 Agustus 1983 menjelang pawai 17.an di Jalan Jimat, Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Namun dalam akte kelahiran tertulis Purwokerto.

Anak pertama dari 4 bersaudara. Marhendro Kurniawan, Ari Wicaksono dan Clara Nurmala. Menikah dengan bidadari pujaan hati, Evy Widiyas Pancawardani, Putri (Alm) Kardi yang seorang pensiunan pegawai Puskesmas Bulukerto dan Ibu Darmi, putri dari Mbok Warni, hari Senin, 06 Nopember 2006 jam 08.00 WIB.

Sampai dengan saat ini telah dikaruniai 2 dua fotocopy, buah hati, hasil penyatuan jiwa bernama Aliv Marsyammuhiitha Mahardiko dan Asyqiea Marsyamasykuura Mahardiko. Pejuang muda yang terpaksa didatangkan dalam dunia yang penuh sandiwara, sebagai penyemangat, tumpuan harapan masa depan serta memperindah dunia yang semakin tak tentu wajahnya.

Mulai mengenal dunia dari hangatnya cinta keluarga. Kemudian belajar tipu muslihat dunia di sekolah mulai di SDN Mento 2, SLTP N 5 Wonogiri, lalu SMK Negeri 2 Surakarta yang konon kabarnya adalah STM N 1 Solo.

Pernah tersesat di Citeurep Bogor sebagai kuli pabrik, lalu terseret keadaan dan berusaha bertahan hidup di Banyumanik Semarang sebagai pegawai serabutan percetakan. Kemudian terdampar dan berakhir di Dusun Geneng Desa Geneng Kecamatan Bulukerto, setelah berhasil menipu seorang gadis asli setempat.

Memulai hidup baru dengan mendirikan kelompok bermain karena sifatnya yang selalu kekanak-kanakan. Kemudian mencoba peruntungan dengan bergabung di PNPM Bulukerto yang berakhir tragis dan selalu dijadikan pengalaman terbaik yang pernah dialami. Lalu terjun kembali ke dunia anak-anak di TK Dharma Wanita Krandegan I, Desa Krandegan Kecamatan Bulukerto. Dan akhirnya masuk kembali mencoba mengerti rumitnya sistem birokrasi di Desa Geneng, Kecmatan Bulukerto Kabupaten Wonogiri.

Pengalaman organisasi yang dimiliki cukup memprihatinkan. Kemampuan yang kurang memadai namun memaksa ikut bergabung sehingga dalam setiap bergabungnya selalu menimbulkan kekacauan. Mulai dari Pengurus OSIS di SMP dan SMK, Anggota Dewan Ambalan Satya Wiratama Sekartaji, Pengurus Karang Taruna, Pengurus RT, Pengurus GERBANG, Pengurus Zakat, bahkan sampai dengan Pengurus HIMPAUDI Kecamatan pun sudah bisa dipastikan kekacauan yang ditimbulkannya akibat ketidak mampuannya.

Agus Martanto Mahardiko, organisme biasa dalam lingkungan luar biasa, dengan harapan tidak biasa.

 

Facebook Comments