Pelatihan Pembuatan Pakan Ternak Kambing

Geneng. Pemerintah Desa Geneng memfasilitasi kebutuhan masyarakat akan kebutuhan pakan ternak yang akhir-akhir ini dikeluhkan oleh masyarakat. Sebagaimana diketahui, beberapa tahun terakhir, Desa Geneng mengalami kemarau yang lebih panjang dari tahun sebelumnya, untuk mengatasi keluhan warga, berdasarkan usulan pada saat musrenbang, Desa Geneng perlu mengadakan pelatihan pembuatan pakan ternak

Kepala Desa Geneng mengatakan dalam sambutannya bahwa, pelatihan pembuatan pakan ternak yang dilaksanakan adalah pakan ternak kambing. Alasan dipilihnya ternak kambing karena sebagian besar Warga Desa geneng memiliki ternak kambing di rumahnya. Selain itu, ternak kambing merupakan salah satu potensi yang perlu dikembangkan di Desa Geneng.

Pelatihan dilaksanakan di Balai Desa Geneng dengan menghadirkan nara sumber dari dinas terkait.Tim yang hadir adalah Budiyono, dari UPT Dinas Pertanian dan Peternakan Kec. Bulukerto, drh. Sri Lestari dan drh. Erna W, dari Puskeswan Purwantoro. Dalam pelatihan, dipaparkan cara penanganan hewan yang terkena penyakit serta tentu saja praktek pembuatan pakan alternatif.

drh. Sri Lestari menjelaskan bahwa hewan untuk hewan yang sakit agar segera dikarantina agar tidak menularkan penyakit kepada hewan yang sehat. Setelah itu dilakukan langkah pengobatan sesuai dengan tanda-tanda yang ditunjukkan. Apabila terdapat tanda-tanda yang belum pernah diketahui, dapat menghubungi PPL Kecamatan Bulukerto untuk meminta saran dan bantuan cara penanganan.

Dalam paparan pembuatan pakan alternatif dijelaskan bahwa, selain dapat menjadi jalan keluar pada saat kekurangan pakan ternak, pakan alternatif juga dapat mengurangi biaya perawatan hewan ternak. Pakan ternak alternatif juga memiliki kandungan nutrisi yang lebih lengkap karena melalui proses fermentasi. Selain bias diberikan kepada kambing, pakan ternak alternative yang dibuat dapat juga diberikan kepada ternak sapi.

Kadus Sobo, Pipin, S.Hum, mengatakan, pakan ternak alternatif ini sangat perlu untuk dikembangkan oleh warga karena sekali membuat pakan dapat digunakan selama beberapa hari bahkan beberapa minggu, sehingga dapat mengurangi waktu ngarit, dimana sebelumnya ngarit harus dilakukan setiap hari.

Puguh Purnama, S.Pd.I, Kaur Perencanaan Desa Geneng mengatakan, “Pelatihan semacam ini perlu untuk ditambah karena sesuai dengan kebutuhan warga serta potensi yang ada di Desa Geneng. Dengan pelatihan ini, mulai terlihat adanya perubahan pola pikir masyarakat dimana sebelumnya kebanyakan mengusulkan pembangunan fisik, berubah kepada pembangunan nonfisik.

Semoga dengan perubahan pola pikir masyarakat dapat meningkatkan kualitas hidup serta perekonomian masyarakat Desa Geneng.

 

Tinggalkan Balasan