Cincau Hitam Si Janggelan Hitam Kenyal

GENENG – Salah satu produk unggulan Desa Geneng adalah cincau hitam atau masyarakat Desa Geneng menyebutnya dengan janggelan. Janggelan dari Desa Geneng diekspor ke berbagai negara oleh H. Tarso, S.IP yang juga seorang anggota DPRD Kabupaten Wonogiri.

Selama ini mungkin kita lebih akrab dengan es cincau hijau. Manfaat cincau hijau bagi kesehatan pun tak perlu diragukan lagi. Tapi sebenarnya, saudara dekat cincau hijau—yaitu cincau hitam—tidak kalah hebatnya. Si hitam kenyal yang juga sangat menyegarkan ini punya banyak manfaat bagi tubuh Anda. Apa saja manfaat cincau hitam?

Cincau hitam merupakan sejenis agar-agar berwarna hitam kecoklat-coklatan yang biasa dimakan sebagai makanan pencuci mulut atau sekadar pelepas dahaga. Agar cincau hitam biasanya dipotong kotak-kotak kecil lalu dicampurkan dalam sirup encer dingin. Kadang juga ditambahkan parutan kelapa muda serta potongan buah-buahan.

Minuman cincau hitam sudah sangat terkenal di berbagai kalangan masyarakat Indonesia, masuk dalam menu minuman di warung sederhana pinggir jalan sampai ke restoran-restoran maupun hotel.

Manfaat cincau hitam cukup beragam. Cincau hitam sudah biasa digunakan dalam pengobatan tradisional untuk obat batuk, tekanan darah tinggi, diare, sembelit, menurunkan demam, mengobati panas dalam, menjaga kesehatan sistem pencernaan, mengatasi perut kembung, dan membantu mengobati malaria.

Cincau hitam juga sangat membantu bagi Anda yang sedang menjalankan program diet. Ini karena cincau punya karbohidrat, kalsium, fosfor, vitamin (A,B1, dan C), sejumlah banyak air, dan kalorinya yang rendah. Kandungan mineral juga seratnya yang tinggi merupakan alasan utama mengapa cincau hitam aman dijadikan menu selingan saat menjalani diet.

Manfaat cincau hitam dapat didapatkan secara maksimal apabila dikonsumsi tanpa tambahan gula atau pemanis lainnya. Kandungan serat larut air miliki cincau hitam mampu mengikat gula, lemak, dan kolesterol sehingga bermanfaat dalam menurunkan risiko diabetes melitus, penyakit jantung, stroke, juga penyakit kardiovaskular lainnya.

Serat juga sangat berguna untuk membersihkan organ-organ pencernaan sehingga cocok untuk menyembuhkan masalah pencernaan seperti mulas, sembelit, kembung, dan diare.

Berbeda dengan cincau hijau yang dibuat dari tumbuhan cincau hijau (Cylea barbata), cincau hitam terbuat dari tumbuhan genus Mesona, khususnya Mesona procumbens dan Mesona chinensis yang banyak terdapat di Tiongkok. Sedangkan di wilayah Indonesia, tanaman cincau Mesona palustris—yang punya nama lokal Janggelan—adalah tanaman penghasil cincau hitam.

Secara lebih detil, di kutip dari artikel Sudarminto Setyo Yuwono tentang Cincau Hitam adalah sebagai berikut.

Cincau hitam (Mesona palustris BL) adalah salah satu tanaman berbentuk perdu dengan ketinggian antara 30 – 60 cm dan tumbuh baik di daerah yang mempunyai ketinggian 75 – 2.300 meter di atas permukaan laut, serta dapat tumbuh baik pada musim kemarau maupun penghujan. Tanaman ini tumbuh baik di daerah Sumatera Utara, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, dan Sulawesi (Widyaningsih, 2007).

Klasifikasi tanaman cincau hitam adalah sebagai berikut (Rahmawansah, 2006) :

Kingdom          : Plantae (Tumbuhan)

Sub-kingdom  : Tracheobionta (Tumbuhan)

Super Divisi     : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas               : Magnoliopsida (Berkeping dua)

Sub kelas        : Asteridae

Ordo                : Lamiales

Famili              : Lamiaceae

Genus             : Mesona

Spesies           : Mesona palustris BL.

Tanaman cincau hitam ini berbentuk perdu, merumpun, batang beruas, berkayu, persegi, kecil, berbulu, dan berwarna kemerahan. Daun berwarna hijau, lonjong, tipis lemas, ujungnya runcing, serta pangkal tepi daun bergerigi dan berbulu seperti pada Gambar 2.1 (Pitojo dan Zumiati, 2005).

Tanaman cincau hitam yang telah dipanen kemudian dikeringkan dengan cara dihampakan di atas permukaan tanah, sehingga warnanya berubah dari hijau menjadi cokelat tua. Seluruh bagian tanaman ini yang sudah dikeringkan disebut dengan simplisia cancau hitam. Bagian tanaman cincau hitam yang mempunyai kegunaan adalah bagian daun dan bagian batangnya yang dapat menghasilkan ekstrak gel cincau lebih banyak (Widyaningsih, 2007).

Cincau hitam (Mesona palustris BL) telah diketahui bersifat multifungsi sebagai antimutagenik, hepatoprotektor, antioksidan, imunomodulator dan berpotensi mencegah terjadinya karsinogenesis, antidiare, antidiabetes, antihipertensi, (Yen et al., 2001; Widyaningsih and Adilaras, 2013; Hung and Yen, 2002; Widyaningsih dkk., 2012, Widyaningsih dan Safitri, 2013; Yang, et al., 2008; Yeh, et al.,2008). Menurut Widyaningsih (2009) bahwa ekstrak air cincau hitam mengandung senyawa bioaktif yang bersifat antioksidan dan hidrokoloid berupa komponen pembentuk gel atau gum. Nilai IC50ekstrak etanolik dan ekstrak air cincau hitam mempunyai nilai IC50 berturut – turut sebesar 49,92+1,86 ppm dan 66,67+2,54 ppm (Widyaningsih and Adilaras, 2013). Selain itu, telah diketahui bahwa serbuk ekstrak air cincau hitam hasil freeze drying adalah 86,892% setara dengan ekstrak hsian-tsao dari Cina yang memiliki aktivitas antioksidan sebesar 86,5%.

Menurut Melodita (2011), pada tanaman cincau hitam terdapat senyawa bioaktif antara lain flavonoid, polifenol, glikosida saponin, terpenoid, dan steroid. Berdasarkan penelitian Rochmawati (2014) menyebutkan bahwa cincau hitam mengandung senyawa fenol.Senyawa fenol yang terdapat pada cincau hitam berkontribusi pada aktivitas antioksidan dan efek scavenging pada radikal bebas untuk mengobati suatu penyakit tertentu. Ekstrak air cincau hitam mempunyai kandungan total fenol yang cukup dominan yaitu 170,33 mg/g (Widyaningsih, dkk., 2012). Kandungan lain yang terdapat pada ekstrak air cincau hitam (Hsian-Tsao) yaitu β-carotene sebesar 0.21 mg/g, α-tocopherol sebesar 51.5 μg/g (Yen, et al., 2001). Pada penelitian Hung and Yen (2002) menunjukkan bahwa kandungan asam kafeat yang diisolasi dari ekstrak air Hsian-Tsao (cincau hitam di Cina) mempunyai rendemen dan aktivitas antioksidan tertinggi jika dibandingkan komponen fenolik lain seperti protocatechuic acid, ρ-hedroxybenzoic acid, vanillic acid, dan syringic acid. Komponen zat gizi pada daun cincau hitam dapat dilihat pada  di bawah ini.

Tabel  Komponen Zat Gizi Daun Cincau Hitam dalam 100 gram Bahan

Komposisi Gizi

Jumlah

Energi (kkal) 122
Protein (g) 6
Lemak (g) 1
Karbohidrat (g) 26
Kalsium (mg) 100
Fosfor (mg) 100
Besi (mg) 3,3
Vitamin A (SI) 1,0750
Vitamin B1 (mg) 80
Vitamin C (mg) 17
Air (g) 66,0
Bahan yang dapat dicerna (%) 40

Sumber : Direktorat Gizi Depkes (1996) dalamWidyaningsih (2007)

Khasiat daun cincau hitam yang multifungsi di bidang kesehatan terkait erat dengan kandungan serat larut air yang terdapat di dalamnya. Di dalam tubuh, serat larut air dapat mengikat kadar gula dan lemak atau kolesterol, sehingga bermanfaat untuk mencegah penyakit diabetes mellitus, jantung stroke, dan penyakit kardiovaskular lainnya (Ahfan, 2009 dalam Prasetyo, 2014). Kandungan serat kasar sebesar 6,23 gram/100 gram dalam gel cincau yang dapat membantu memerangi penyakit degeneratif (Widyaningsih, 2007). Serat larut air yang tedapat pada cincau hitam biasanya disebut sebagai komponen pembentuk gel atau KPG yang merupakan suatu polisakarida alami dan dikategorikan sebagai hidrokoloid yaitu gum dan bersifat polar (Melodita, 2011).

Untuk membuat cincau hitam, caranya mirip seperti membuat cincau hijau. Prosesnya diawali dengan merendam daun dan batang cincau, kemudian diremas-remas atau dilumatkan. Ada yang merebus daun terlebih dahulu sebelumnya. Setelah itu, bisa ditambahkan soda kue yang bermanfaat sebagai pengawet. Biarkan cincau hitam tersebut sampai akhirnya jadi kenyal seperti agar-agar. (agoos)

Sumber Lain:

http://darsatop.lecture.ub.ac.id/2015/06/cincau-hitam-mesona-palustris-bl/

https://www.deherba.com/ketahuilah-manfaat-cincau-hitam-bagi-kesehatan-anda.html#ixzz5AybTitzX

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan